Biasanya kaum lelaki selalu memperhatikan bentuk tubuh dari perempuan tetapi sebenarnya masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan pada perempuan.
Salah satunya adalah mempelajari sikap duduknya karena dengan melihat posisi kakinya saat dia duduk maka anda bisa mengetahui kepribadiannya.
Lihat posisi kakinya secara samar dan seksama karena biasanya gaya duduk tidak segaja diatur tapi dilakukan secara alamiah atau tidak sadar. Jadi tidak ada salahnya anda simak beberapa rahasia posisi duduknya agar anda bisa melihat prilaku tersembunyi di balik segala sikapnya pada anda selama ini.

1. Bila dia duduk manis dengan tangan diatas lutut atau diatas kedua paha

Maka mengindikasikan bahwa perempuan ini memiliki sifat kekanak-kanakan. Perempuan ini adalah seorang pengkhayal sejati, senang melamun hal-hal yang romantis dan seksi. Karena perempuan ini sangat romantis dan sangat memuja cinta sehingga mudah terbuai dengan anggan-anggannya.
Apalagi jika diminta menjadi pasangan dari seorang lelaki tampan yang saat melamar dengan membawa sekotak berlian maka hatinya akan berbunga-bunga dan terbang melawang di awan cinta.
Tetapi pada dasarnya perempuan yang memiliki gaya duduk manis memiliki sifat jujur dalam berbagai hal termasuk jika dia merasakan bosan saat melihat ada lelaki yang lebih borju dari kekasihnya. Perempuan ini juga bertipe terbuka, terutama untuk urusan busana yang semakin minim busana yang dikenakannya makin jelas apa yang diingininya. Dia ini juga tergolong perempuan yang kreatif, apalagi untuk urusan lelaki yang akan mendapatkan limpahan cintanya. Perempuan yang senang duduk manis juga tergolong perempuan yang penuh sensasi untuk urusan ranjang, dia terkenal dapat memberikan kreasi-kreasi sensual saat bercinta untuk memberikan kepuasan maksimal pada pasangannya. Karena itu sifatnya hangat dan mudah beradaptasi dalam segala situasi. Tapi dia juga terkenal cemburuan, apalagi jika kemauannya diacuhkan padahal dia merasa dirinya sudah banyak berkorban.

2. Perempuan yang duduk kaki sejajar biasanya duduk dengan seluruh tubuh bersandar ke kursi dan posisi kaki sejajar serta tertata rapi

Menunjukkan bahwa dia adalah tipe perempuan yang hangat di tempat tidur karena seluruh auranya dipenuhi dengan gairah. Biasanya dia tidak segan melakukan apa saja untuk memuaskan pasangannya karena dia tipe pejuang yang tinggi untuk urusan cinta. Karena dia bukan tipe perempuan yang mudah menyerah, apalagi jika dia mengetahui lelaki yang telah mengambil cintanya berbalik menarik-ulur cinta dengannya. Sebuah penolakan saja tidak akan membuatnya malu, apalagi mundur karena dia akan merasa puas, apabila apa yang sudah dalam genggamannya akan dikerjakan dengan tuntas.
Memang perempuan yang duduk dengan kaki sejajar terkenal agresif sehingga sering teledor dan meninggalkan urusan lain yang menurutnya tidak penting. Jadi tidak heran jika dia akan melakukan kecerobohan dalam langkahnya. Tetapi perempuan ini tidak mudah dirayu, apalagi rayuan gombal. Apabila dia telah mengambil keputusan maka dia tidak ingin ada seorang pun yang menentangnya.

3. Jika perempuan senang duduk mengundang dengan posisi kaki terbentang lebar sehingga seperti mengundang orang-orang sekitarnya untuk memandang daerah samar di dalam pahanya yang mulus


Itu maka menandakan bahwa dia merupakan tipe perempuan yang selalu ceria, mudah bergaul dan seorang penggoda tulen. Seringkali penampilannya membuat dada lelaki berdegup keras dengan fantasi sensual yang dapat melambungkan pikirannya ke hal-hal yang terlarang. Tapi jika dia tahu penampilannya dianggap serius maka dia dapat berubah menjadi perempuan yang jutek dan ketus. Kesannya seperti jinak-jinak merpati saja.
Sebenarnya perempuan yang senang ‘mengundang’ birahi lelaki ini tidak tahan dilanda kesepian. Dia menginginkan ada seseorang lelaki yang selalu siap menghangatkannya setiap waktu. Emosinya pun mudah terhanyut ke hal-hal yang romantis karena perasaannya itu terlalu melankolis dan terkesan mendayu-dayu. Apalagi jika dia mengetahui anda memberikan perhatian besar maka perasaan melankolisnya itu akan berubah sekejap ke arah yang lebih ‘mengundang’ lagi.

4. Perempuan yang senang duduk di pinggiran kursi / ujung kursi dengan posisi kaki yang tertata rapi

maka tergolong perempuan yang bijaksana dan baik hati. Biasanya dia tidak segan membantu orang yang memerlukannya. Dia juga termasuk orang yang mudah percaya dengan janji-janji tanpa perlu pembuktian. Hal ini mengakibatkan perempuan ini sering tertipu dan mudah termakan rayuan gombal para lelaki buaya. Karena cukup dengan kata cinta dan janji pernikahan saja sudah dapat membuatnya lupa daratan karena kasmaran.
Perempuan ini juga termasuk orang yang peka dan mudah bereaksi cepat jika dia tahu ada lelaki yang memberikan perhatian lebih kepadanya. Apalagi perempuan ini tergolong orang yang tidak tega menolak cinta sehingga terkesan perempuan gampangan dan karena itu dia sering terperangkap dalam masalah yang akan disesalinya setelah melihat kehidupan yang nyata.

5. Perempuan yang duduk menyilang dengan kaki saling tumpang tindih dengan lutut dan menjatuhkan tungkainya yang jenjang

Menandakan bahwa dia adalah seorang yang memiliki pendirian teguh, tidak mudah tergoda dan tertipu oleh rayuan-rayuan gombal oleh kaum lelaki mana pun. Dia sangat fasih dalam melihat cinta yang gombal dan cinta mana yang dapat diandalkannya. Biasanya dia juga sangat jeli mengukur ketebalan dompet lelaki yang memujanya, apalagi uang lelaki itu hasil jerih payahnya sendiri atau minta kepada orang tuanya.
Tipe perempuan ini termasuk yang sangat concern atau hati-hati dalam menguji dan mengkalkulasi segala keuntungan yang akan dia dapatkan sebelum membuat keputusan. Apalagi dia termasuk perempuan yang tidak mau menyesal ataupun me-revisi kekurangan-kekurangan pasangannya nanti. Begitu dia yakin pasangannya dapat diandalkan maka dia tidak akan ambil pusing lagi untuk jatuh ke dalam dekapannya.
Tapi dia juga merupakan perempuan yang anti diberi nasihat. Karena dia merasa bahwa dirinya paling benar dalam urusan apapun. Sehingga dia tergolong orang yang egois dan sangat mementingkan dirinya sendiri. Tapi jika pasangannya dapat memberikannya kehidupan yang makmur seumur hidupnya maka dia tidak peduli usia pasangannya lebih tua atau muda sehingga dia akan tetap mau dinikahi juga. Tapi bukan berarti dia seorang materialistis sejati tapi sebenarnya dia adalah tipe perempuan yang berpendirian dan tidak mudah goyah dengan godaan-godaan yang akan membuat dirinya tidak percaya diri dengan lelaki pilihannya. Karena dia seorang perempuan yang terkenal sabar dan rajin dalam melakukan kegiatan-kegiatannya.
Jadi memang sulit saat anda ingin memilih pasangan tapi anda tidak bisa melihat sifat dan prilaku perempuan hanya dari sikap duduknya saja. Hal yang lebih utama adalah melihat dari kepribadiannya sehari-hari saat bersama anda. Hal itulah yang seharusnya diperhitungkan dan dijadikan bahan pertimbangan apakah dia pantas dijadikan isteri dan ibu dari anak-anak anda kelak atau hanya sebatas pasangan bersenang-senang saja.















Backpacker pertama bersama rekan2 sekantor tanggal 4 Mei 2012 bersama  ke Green Canyon, setelah pulang kerja kami ke terminal kampung rambutan dengan menyewa mikrolet 01 jurusan Senen - Kp. Melayu dengan seharga Rp. 90.000.
Setelah tiba disana kita melanjutkan dengan naik bis Merdeka jurusan Pangandaran - Kp. Rambutan dengan harga Rp. 65.000/org, seharusnya kita naik bis Gapuraning Rahayu, tapi setelah tiba disana pukul 20.00 Wib bisnya sudah berangkat.




Bis melaju dengan kencangnya, akan tetapi bis yang kami tumpangi mogok sebelum tiba di terminal pangandaran. Dan kami pun dijemput oleh Kang Dede dengan menggunakan pick up sekitar jam 06.00 wib, dan kami pun diberangkatkan ke pantai barat pangandaran untuk beristirahat sejenak dan sambil menunggu rombongan yang lain dengan lama perjalanan 1 jam lamanya.

Setelah rombongan lain tiba, kami pun bergegas ke Green Canyon dan bebenah di tempat kang dede untuk mempersiapkan diri mengikuti body rafting. dan kami pun mempersiapkan peralatan seperti pelampung pengaman lutut, sendal gunung dan helm.

Kami pun bergegas menaiki pick up menuju bukit dan menuruni lembah, dan menemukan sebuah gua yang berisi kelelawar. 
Setelah tiba di gua kami pun melompat dari atas bebatuan ke sungai cijulang sebagai tanda body rafting telah di mulai...

Selama 4 jam kami menelusuri sungai cijulang dan akhirnya tiba di green canyon dan menaiki perahu yang berisi 5 personil. 
Dan kami pun kembali ke tempat kang dede, beristirahat dan makan siang utnuk melanjutkan perjalanan kami ke pantai batu karas.

Selama 2 Jam kami disana dan memutuskan kembali ke tempat kang dede untuk mandi, makan dan siap-siap pulang ke jakarta.
setelah selesai mandi, istirahat sebentar kami pun berangkat ke terminal pangandaran dengan menggunakan pick up sekitar jam 20.00 wib. dan kami menaiki bis gapuraning rahayu dan hingga jakarta jam 04.30 wib.

dan kami pun berpisah dengan teman-teman semua untuk kembali ke rumah masing -masing.

berikut perjalanan :
1. berangkat dari kantor jam 18.30 wib menuju kp. rambutan
2. naik bis merdeka jam 20.00 wib
3. berangkat dari kp. rambutan jam 23.00 wib
4. tiba di pangandaran jam 06.00 wib dan dijemput dengan menggunakan mobil pickup menuju ke pangandaran beach
5. berangkat jam 08.00 menuju ke green canyon
6. prepare body rafting
7. berangkat ke guha bau jm 09.00 untuk body rafting.
8. selesai body rafting jam 14.00 dan makan siang
9. berankat ke pantai karas jam 15.00
10. kembali ke tempat kang dede jam 17.00 prepare pulang ke jakarta
11. berangkat dari green canyon jam 19.00 ke jakarta dengan menggunakan bus gapuraning rahayu.
12. tiba di jakarta jam 05.00 wib



Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
“Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,
“Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
“Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.
Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten.
Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,
“Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku.
“Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata ber- cucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! “Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.
Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..”Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.
Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.
“Tidak, tidak sakit.Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…”Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.
Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
“Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku.
Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.
Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata- kata begitu susah ku ucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Sumber: Diterjemahkan dari “I cried for my brother six times”

Baca kalau kamu punya waktu untuk TUHAN.
Suatu hari Setan dan Tuhan sedang ngobrol bareng. Setan sedang bosan
Setan: Sir, saya melihat dunia dengan banyak manusia di bawah sana. Saya (Setan) pasang perangkap dan pake umpan. Saya yakin mereka ndaa bisa nolak. Saya akan mendapatkan mereka semua! Tuhan bertanya: ‘apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?’
Setan menjawab: Saya mengajar mereka untuk menikah dan bercerai dgn sesama nya, juga untuk,mabok,membenci, ,menipu,mengutuk,dan mengejar nafsu duniawi mereka.
Saya mengajar mereka bagaimana cara membuat senjata, dan cara membunuh sesamanya.Saya benar² akan bersenang.!’
Tuhan bertanya: ‘Dan apa yg akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka?’
Kata Setan dengan bangga: ‘Oh, saya akan bunuh mereka.
Tuhan bertanya: ‘Berapa harga yg harus dibayar untuk menebus mereka?’
Jawab Setan: ‘Oh, Kamu tidak akan menginginkan mereka. Tidak ada bagus nya mereka. Lihat, Kamu akan mngambil mereka dan mereka akan membenciMu. Mereka meludahiMu, mengutukMu dan membunuhMu. Kamu tidak akan menginginkan mereka!’
Tuhan bertanya lagi: ‘Berapa harganya?’
Setan melihat Tuhan & berkata ‘Semua darah, air mata, & hidupMu.’ Tuhan berkata dgn tegas ‘BAIK!’
Lalu Ia membayar harga tsb !
Bagaimana manusia semudah itu membuang Tuhan & bertanya kenapa dunia seperti NERAKA? Bagaimana seseorang berkata ‘Saya percaya kepada Tuhan’ tapi tetap mengikuti jalan Setan?
Bagaimana kamu bisa memforward ribuan cerita lucu lewat email & tersebar dgn sangat cepat, tetapi waktu kamu akan memforward pesan tentang Tuhan, kamu berpikir 2x untuk membagikannya?
Saya berdoa, buat semua yang memforward message ini, mereka agar diberkati melimpah oleh TUHAN dengan cara yg SPESIAL . Amin O:)

Suatu hari saya dibelanja oleh teman saya makan mee di kedai mee yang agak terkenal. Harganya tak mahal tetapi sedap. Kami duduk di meja bulat yang dapat menampung sepuluh orang bila mengelilingi meja. Di meja itu ada enam orang, saya, teman saya dan empat orang kawan yang lain.
Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di sebelah kami. Mereka telah memesan mee dan sedang menunggu pesanan. Keluarga tersebut terdiri daripada sepasang suami isteri yang masih muda dan seorang anak yang berusia dalam enam tahun. Mereka keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaian mereka lusuh dan kusam.
Anaknya kelihatan seperti baru sembuh dari penyakit dan sedang menarik hingusnya keluar masuk. Hingusnya seperti nombor sebelas dan kadang2 seperti angka satu dengan warna kuning kehijau-hijauan. Si ibu dengan penuh kasih sayang mengelap hingus yang tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia melihat anaknya bermain sambil tertawa. Seperti makan mee itu merupakan perayaan menyambut kesembuhannya. Ketika mee sudah sampai keluarga tersebut makan dengan lahapnya.
Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya. Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan penyiksaan. Bayangkan, bagaimana rasanya makan mee dengan mencium satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan mendengar hingus yang ditarik keluar masuk dan sesekali dibersihkan oleh ibunya.
Setiap kali menyuap mee ke mulut sambil menghirup kuahnya, rasanya seperti hingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang. Tidak beberapa lama kemudian, keempat kawan yang duduk semeja dengan kami meninggalkan meja satu persatu tanpa menghabiskan makanan. Melihat ini ada rasa kepahitan yang terpancar di wajah keluarga muda itu, seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat lainnya.
Tetapi itu tidak lama, terutama ketika mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya tetap menikmati mee tanpa mengendahkan orang lain. Seolah-olah tidak ada bau di sekitarnya dan tidak ada bunyi hingus. Saya juga terpaksa berpura2 tidak endah dan terus menghabiskan mee kerana mahu menghormati teman saya yang belanja saya makan.
Selesai makan, kami masih duduk dua puluh minit sebelum meninggalkan kedai makan. Saya pelik dengan teman saya yang luar biasa. Biasanya setelah makan, dia hanya duduk paling lama sepuluh minit. Sekali lagi saya terpaksa menemani teman saya dengan perasaan yang sangat jengkel.
Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan dia sangat terganggu duduk berhampiran keluarga tersebut. Ia merasa ada bau dan terganggu dengan bunyi hingus anaknya itu. Dia juga merasa seperti apa yang saya rasakan.
Teman saya juga mengatakan, jika dia meninggalkan keluarga tersebut ketika mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si suami telah mengeluarkan wang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Wang itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga itu.
Saya sangat terkejut mendengar kata kata teman saya. Dan tidak menyangka teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu. Dengan caranya yang berbeza - bertahan makan mee sampai habis dan menunggu dua puluh minit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga itu.
Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing di wajah kedua suami isteri itu ketika melihat pelanggan yang lain meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya. Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat sikap teman saya yang tidak kisah.
Pertama kali dalam hidup ini, saya menyedari bagaimana untuk mengasihi sesama manusia tanpa mengatakannya benar-benar tidak mustahil. Teman saya dapat menunjukkan kasih sayang kepada sesama saudara tanpa perkataan dalam waktu sesingkat itu. Cukup hanya dengan meneruskan makan mee sampai habis. Menunggu dua puluh minit setelah selesai makan. Yang terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman.
Ajaib bagaimana teman saya menegur saya tanpa mengatakan sesuatu. Dia tidak menuduh tetapi cukup membuat saya rasa sangat terpukul dan malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri sendiri bagaimana selalunya kita mengatakan mengasihi sesama manusia tetapi tidak pernah melakukannya.

Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari salah seorang teman kuliahku yang sudah lama sekali tidak pernah terdengar kabarnya. Pembicaraan yang semula mengenai kegembiraan masa lalu dan acara wisuda yang baru saja ia lalui berubah menjadi pembicaraan yang sangat menyentuh hati ketika ia bercerita mengenai ayahnya.
Kesehatan ayahnya yang memburuk akhir-akhir ini membuat ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Karena penyakit yang dideritanya, ayahnya menjadi susah tidur dan sering berceloteh sendiri. Temanku yang sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya menjadi jengkel dan berkata dengan ketus pada ayahnya supaya ayahnya diam dan tidur dengan tenang. Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika temanku itu keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendiri menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah berkata demikian, ayahnya menjadi tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di ICU (intensive care unit). Temanku begitu menyesal atas kata-kata yang tidak selayaknya keluar dari mulut seorang anak kepada ayahnya sendiri.
Temanku yang aku kenal sebagai orang yang tegar, menangis tersedu-sedu di ujung pesawat teleponku. Ia berkata bahwa mulai saat itu, setiap hari ia berdoa agar ayahnya sadar kembali. Apapun yang ayahnya akan katakan dan perbuat pada dirinya akan diterima dengan senang hati. Ia hanya berharap pada Tuhan agar diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya yang lalu, yang mungkin akan disesali seumur hidupnya...
Sering kali kita mengeluh ketika menemani atau menjaga orang tua kita hanya dalam hitungan tahun, bulan, hari, jam, bahkan dalam hitungan menit. Tapi pernahkah kita pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan menjaga kita seumur hidup kita dan seumur hidup mereka. Sejak lahir hingga dewasa, bahkan hingga tiba saatnya ajal menjemput, mereka selalu menyertai kita. Ketika pada akhirnya mereka menghadap Sang Kuasa pun, seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu menyertai selama hidup kita.
Bayangkan betapa hancur hati kedua orang tua kita oleh (hanya) sepatah kata yang singkat, "tidak", yang keluar dari mulut kita ketika mereka berusaha merengkuh kita dalam pelukan kasih sayang sejati, yang justru sering kita lihat sebagai sesuatu yang mengekang dan menahan kita untuk terbang bebas di angkasa. Entah kata apa lagi yang paling tepat untuk menggantikan kata "tangis" bila tiada lagi air mata yang keluar dari kedua mata mereka, karena telah habis digunakan untuk menyirami hari-hari dalam kehidupan kita agar terus tumbuh dan menghasilkan bunga dan buah yang menyemarakan hari-hari kelam dalam roda kehidupan yang terus berputar.
Kita dapat mulai berjanji pada diri masing-masing bahwa sejak saat ini tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika menemani dan menjaga kedua orang tua kita. Tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika merasa meraka terlalu memperlakukan kita seperti anak kecil. Percayalah, di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita yang mempunyai orang tua, yang merindukan hal-hal yang kita keluhkan, tetapi tidak pernah mereka dapatkan.
Sebenarnya, hanya sedetik waktu yang dibutuhkan untuk merenung dan menyalakan lentera yang akan membimbing kita ke tempat di mana kedamaian terpendam. Sekarang tinggal tergantung dari diri kita sendiri, maukah kita meluangkan waktu yang sangat singkat itu namun besar artinya untuk sepanjang perjalanan hidup kita.

Orang-orang tertentu kadang lebih sering digigit nyamuk dibanding yang lain, hal ini tentu saja membuat orang lain penasaran. Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang lebih disenangi nyamuk.

Musim panas identik dengan banyaknya serangga terutama nyamuk, dan hanya nyamuk betina saja yang menggigit karena ia membutuhkan asam amino dari darah yang berguna untuk sel telurnya.

Asam amino yang dibutuhkan oleh nyamuk ini disebut isoleusin. Jika nyamuk betina bisa memperoleh jumlah isoleusin yang tepat, maka ia bisa menyimpan hingga 100 telur. Tapi jika tidak, mungkin ia hanya mampu menyimpan 10 telur.

Ketika nyamuk menusuk kulit maka ia akan mengeluarkan air liurnya yang mengandung zat kimia tertentu sehingga darah tidak membeku dan ia bisa menyedot darah sebanyak mungkin. Dan benjolan merah gatal yang muncul di kulit merupakan reaksi tubuh terhadap air liur nyamuk.

Orang rentan terhadap gigitan nyamuk saat pagi atau fajar (saat matahari terbit) dan sore (saat matahari terbenam) karena serangga bersayap itu memang paling sering mencari makanan pada waktu-waktu tesebut.

Secara keseluruhan nyamuk menggigit manusia dan makhluk lainnya untuk menjaga kelangsungan spesiesnya. Berikut ini beberapa hal yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk, seperti dikutip dari Hubpages, Rabu (25/6/2011) yaitu:

1. Memiliki kolesterol dan steroid tinggi
Orang yang memiliki kadar kolesterol dan steroid tinggi di kulitnya cenderung lebih sering digigit nyamuk. Umumnya nyamuk akan mengikuti seseorang yang menghasilkan banyak kolesterol di kulitnya.

2. Orang dengan kadar asam urat yang tinggi.
Bau yang begitu kuat dari asam urat akan memungkinkan bagi nyamuk untuk mengikuti arah bau tersebut dan menggigitnya.

3. Orang yang banyak mengeluarkan karbon dioksida.
Nyamuk akan sangat tertarik dengan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh tubuh, karenanya orang dengan kadar karbondioksida tinggi cenderung lebih sering digigit nyamuk.

4. Ibu hamil
Umumnya napas yang dikeluarkan oleh ibu hamil mengandung kadar karbondioksida yang lebih tinggi sehingga kesempatannya lebih besar untuk digigit nyamuk.

5. Orang dengan golongan darah tertentu
Jenis golongan darah yang berbeda akan mengeluarkan bau yang berbeda pula sehingga ada yang menarik dan juga tidak menarik bagi nyamuk. Misalnya golongan darah O memiliki bau tertinggi dalam cairan tubuhnya yang lebih mudha bagi nyamuk untuk mendeteksi.

6. Orang dengan kulit lembut
Orang dengan kulit lembut akan memudahkan nyamuk untuk menembus ke dalam daging. Setelahnya ia akan memiliki kemudahan tersendrii dalam menyedot darah.

7. Orang yang mengeluarkan panas tubuh
Nyamuk menyukai panas karenanya jika seseorang merasa atau mengeluarkan panas dari tubuhnya akan lebih memberi kesempatan bagi nyamuk untuk menggigit.

8. Orang yang sedang beraktivitas di luar ruangan
Umumnya nyamuk akan mencari objek yang bergerak karenanya banyak orang yang bermain di luar ruangan akan mendapat banyak gigitan nyamuk.



sumber : detik health
http://health.detik.com/read/2011/05/25/181956/1647113/766/ciri-ciri-orang-yang-gampang-digigit-nyamuk

Sponsor

Free Web Hosting with Website Builder

Produk SMART Telecom

Free Domain

CO.CC:Free Domain

Time & Calender

Guest Book

About Me

salam kenal aku shantie, silahkan menikmati blog aku dan mohon memberi tanggapan untuk blog ini... terima kasih "Because of that I liked and willing in the torture ... In the difficulties ... In the persecution and distress because of Christ ... Because If I am weak then I am strong (2 Corinthians 12:10)

Come On Go Green Now

go green indonesia!